Notification

×

Postingan Populer

Berita terbaru

KNPI Banten Gelar PETA Perempuan Talk, Dorong Perempuan Berdaya di Era Digital

Minggu, Juli 19, 2026 | Juli 19, 2026 WIB | 0 Views

Kegiatan Perempuan Talk DPD KNPI Provinsi Banten (Foto:LPM Lugas)

LPM LUGAS – Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Provinsi Banten menggelar PETA Perempuan Talk dengan tema “Mengembangkan Potensi Perempuan Banten: Lebih dari Sekadar Penampilan di Era Digital” di Gedung KNPI Banten, Sabtu (18/7/2026).



Kegiatan dialog publik tersebut menjadi ruang diskusi untuk membahas berbagai tantangan perempuan di Banten, mulai dari kekerasan berbasis gender, pemanfaatan teknologi digital, kemandirian ekonomi, hingga penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah.



Ketua Pelaksana PETA Perempuan Talk, Nadia, mengatakan pemilihan tema tersebut berangkat dari kondisi perempuan di Banten yang masih menghadapi berbagai persoalan, khususnya kekerasan terhadap perempuan yang kini tidak hanya terjadi di ruang publik, tetapi juga berkembang di ruang digital.


“Pemilihan tema ini melihat bagaimana kondisi di Banten sendiri. Ada banyak isu krusial terkait kekerasan perempuan. Saat ini perempuan tidak hanya mengalami kekerasan seksual atau catcalling di lingkungan nyata, tetapi juga menghadapi persoalan serupa di media sosial,” ujar Nadia.



Menurutnya, perkembangan teknologi harus menjadi ruang baru bagi perempuan untuk berkembang dan menyuarakan berbagai isu, bukan menjadi tempat yang mempersempit ruang gerak perempuan.



“Output dari dialog publik ini adalah bagaimana perempuan bisa berdaya, bukan hanya secara langsung tetapi juga di media sosial. Karena saat ini semua sudah berbasis digital, maka perempuan juga harus mampu mengambil peran dan memberdayakan diri melalui ruang digital,” tambahnya.



Nadia menjelaskan, kegiatan tersebut akan dilanjutkan dengan pembentukan wadah pemberdayaan perempuan yang melibatkan berbagai organisasi kepemudaan di Banten.



“Ke depan, KNPI akan membangun komunitas perempuan sebagai wadah bagi teman-teman organisasi. Banyak bidang keperempuanan dari setiap organisasi, tetapi belum memiliki ruang koordinasi yang sama. Nantinya DPD KNPI akan menjadi tempat untuk memperkuat kolaborasi tersebut,” jelas Nadia.



Sementara itu, Ketua Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Banten, Irna Narulita, menyampaikan bahwa tantangan terbesar perempuan saat ini bukan hanya bagaimana meningkatkan kapasitas diri, tetapi juga bagaimana mampu memanfaatkan peluang di era digital secara bijak.



Menurutnya, perempuan perlu memiliki kesadaran untuk menghargai diri sendiri, membangun kemandirian, serta tetap mampu menjalankan perannya dalam keluarga maupun masyarakat.



“Perempuan harus bisa menghormati diri sendiri dan adil terhadap diri sendiri. Bagi yang sudah berkeluarga, tentu mengurus keluarga menjadi prioritas, tetapi dengan izin suami perempuan tetap bisa berkiprah di luar, termasuk membantu ekonomi keluarga,” ujar Irna.


 

Irna juga berharap lima tahun ke depan semakin banyak perempuan Banten yang mengambil peran di berbagai sektor, baik politik, pendidikan, ekonomi, maupun organisasi sosial.



“Kami berharap seluruh wilayah di Banten memiliki keterwakilan perempuan. Kita sedang menghimpun perempuan-perempuan yang bisa berkontribusi, baik di bidang hukum, kesehatan, kewirausahaan, maupun komunitas sosial,” ungkapnya.



Ia juga mendorong adanya gerakan kolektif perempuan untuk membantu kelompok rentan, khususnya perempuan dan anak yang membutuhkan pendampingan, pendidikan, serta penguatan ekonomi.



“Tidak selalu kita mengandalkan pemerintah karena anggaran juga terbatas. Dengan kepedulian bersama, iuran kecil dari komunitas perempuan bisa membantu menyekolahkan anak yatim, memberikan keterampilan kepada ibu tunggal, hingga membantu permodalan UMKM perempuan,” jelas Irna.



Melalui PETA Perempuan Talk, KNPI Banten berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat jejaring perempuan serta menciptakan ruang kolaborasi yang mampu melahirkan perempuan Banten yang mandiri, kritis, dan berdaya di era digital.



Author: Okta

Editor: Redaksi

Pers Mahasiswa

Pers Mahasiswa
Sarana Informasi Kampus Terpercaya
×
Berita Terbaru Update