![]() |
| Proses Pembuatan Emping Tradisional di Kampung Jakung Seler (Sumber: LPM Lugas) |
LPM LUGAS – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) pembuat emping di Kampung Jakung Seler, Kelurahan Cilowong, Kecamatan Taktakan, Kota Serang, terus bertahan sebagai usaha turun-temurun yang telah berjalan sejak 1980-an. Hingga kini, usaha tersebut masih menjadi salah satu sumber mata pencaharian masyarakat dengan memanfaatkan hasil bumi berupa buah melinjo.
Proses pembuatan emping masih dilakukan secara tradisional. Dalam sehari, para pelaku usaha mampu memproduksi sekitar 10 liter emping yang kemudian dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional di Kota Serang, seperti Pasar Rau dan Pasar Lama.
Meski memiliki kualitas produk yang baik, para pelaku UMKM mengaku masih menghadapi kendala dalam memperluas jangkauan pemasaran. Di tengah perkembangan era digital, promosi melalui media sosial maupun platform digital belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena sebagian besar pelaku usaha merupakan kalangan lanjut usia yang belum terbiasa menggunakan teknologi, khususnya telepon pintar.
Pelaku UMKM, Ibu Saria, Ibu Sani, dan Ibu Sumyanti berharap sentra produksi emping di Kampung Jakung Seler dapat semakin dikenal masyarakat sehingga produk yang dihasilkan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
"Kami berharap usaha emping ini bisa dikenal lebih banyak orang agar hasil produksi dapat terjual setiap hari dan menjangkau pasar yang lebih luas," ujar salah satu pelaku UMKM.
Menurut mereka, dukungan promosi digital menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan penjualan sekaligus mempertahankan usaha tradisional yang telah diwariskan secara turun-temurun selama puluhan tahun.
Ketua KKM Kelompok 36 Universitas Primagraha, Jeri Saputra, menilai UMKM emping di Kampung Jakung Seler memiliki potensi besar untuk terus berkembang apabila mendapat pendampingan, terutama dalam bidang pemasaran digital.
"Usaha yang telah bertahan selama puluhan tahun ini memiliki nilai ekonomi sekaligus nilai budaya. Dengan pendampingan promosi melalui media sosial dan platform digital, kami berharap produk emping khas Kampung Jakung Seler dapat dikenal lebih luas, menjangkau pasar di berbagai daerah, meningkatkan penjualan, serta memberikan dampak positif bagi kesejahteraan pelaku UMKM dan perekonomian masyarakat setempat," ujar Jeri.
Keberadaan UMKM emping di Kampung Jakung Seler menjadi bukti bahwa usaha tradisional masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan dukungan promosi dan pemanfaatan teknologi digital, produk lokal tersebut diharapkan mampu menembus pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pelaku usaha dan masyarakat sekitar
Red***
