![]() |
| Kegiatan Pelantikan BEM dan DPM Universitas Primagraha (Foto: Ist) |
LPM LUGAS - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Universitas Primagraha (UPG) resmi dilantik dalam prosesi pelantikan yang digelar di Aula Universitas Primagraha, Senin (31/8/2026). Pelantikan tersebut menjadi awal bagi kepengurusan baru dalam menjalankan fungsi organisasi kemahasiswaan sekaligus memperkuat ruang penyampaian aspirasi mahasiswa.
Pelantikan turut dihadiri jajaran pimpinan universitas, pengurus organisasi mahasiswa, Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), Unit Kegiatan Khusus (UKK), serta mahasiswa UPG.
Ketua BEM UPG terpilih, Andika Cahaya Pratama, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kehadiran kembali BEM menjadi momentum untuk menghidupkan fungsi organisasi mahasiswa setelah sebelumnya mengalami masa vakum.
Menurutnya, BEM diharapkan tidak hanya menjadi pelaksana program kerja, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi serta menjadi jembatan komunikasi antara mahasiswa dengan pihak universitas.
“Hadirnya BEM di sini, setelah lama vakum di Universitas Primagraha, diharapkan bisa menjadi wadah bagi kawan-kawan dan menjadi jembatan untuk menampung aspirasi mengenai apa yang terjadi di lingkungan akademik,” ujar Andika.
Ia mengatakan, perhatian BEM tidak hanya terbatas pada persoalan akademik di lingkungan kampus. BEM juga berkomitmen untuk mengawal berbagai persoalan di tingkat daerah maupun nasional sesuai dengan kemampuan organisasi.
“Selain daripada lingkungan akademik yang saya soroti dan yang kami soroti, pasti kami juga akan mengawal isu-isu lokal, permasalahan-permasalahan yang ada di daerah, permasalahan-permasalahan yang ada di nasional,” katanya.
Andika menambahkan, keberhasilan kepengurusan BEM akan diukur dari seberapa besar kebermanfaatan dan dampak yang dirasakan mahasiswa selama satu periode kepengurusan.
Wakil Rektor III UPG, Anis Fuad, menyampaikan harapannya agar mahasiswa tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga aktif dalam organisasi.
“Yang pertama tugasnya para mahasiswa adalah belajar, tapi tidak cuma belajar, harus bisa belajar berorganisasi,” ujar Anis.
Menurut Anis, organisasi mahasiswa memiliki peran dalam membentuk relasi, komunikasi, serta kemampuan mahasiswa dalam berinteraksi dengan berbagai pihak. Ia juga optimistis keberadaan BEM dan organisasi mahasiswa lainnya dapat menjadi bagian dari pengembangan sumber daya manusia di UPG.
Sementara itu, perwakilan DPM UPG, Ilham Hidayat, menegaskan komitmen lembaganya untuk menjadikan DPM sebagai rumah aspirasi mahasiswa. Fungsi tersebut akan dijalankan dengan menghimpun dan mengawal berbagai aspirasi mahasiswa melalui kolaborasi dengan organisasi kemahasiswaan lainnya.
“Untuk mengawal aspirasi mahasiswa, banyak berbagai cara, melalui kita kolaborasi antar UKM, UKK, membawa seluruh aspek mahasiswa,” ujarnya.
DPM juga mengajak mahasiswa yang memiliki keberatan terhadap kebijakan kampus untuk menyampaikan aspirasinya melalui lembaga tersebut agar dapat dihimpun dan diartikulasikan kepada pihak universitas.
“Sebagai rumah aspirasi mahasiswa, kami mengajak mahasiswa-mahasiswa yang merasa keberatan dengan kebijakan kampus supaya mengaspirasikan dan diartikulasikan suara-suara mahasiswa oleh kita, DPM,” katanya.
Komitmen serupa disampaikan Andika. Ia mengatakan BEM akan berupaya memperjuangkan aspirasi mahasiswa melalui komunikasi dan diskusi bersama pihak universitas untuk mencari solusi terbaik.
“Dengan kita berusaha bersama-sama untuk menyampaikan apa yang mahasiswa perlu sampaikan kepada pihak lembaga, agar ketika kita berdiskusi tentang penyampaian aspirasi mahasiswa kepada pihak lembaga itu tercapai dan ketemu solusi terbaiknya dan tidak merugikan ataupun menguntungkan sebelah pihak,” jelasnya.
Dengan dilantiknya BEM dan DPM periode baru, kedua lembaga tersebut diharapkan mampu menjalankan fungsi organisasi secara aktif, membangun komunikasi dua arah antara mahasiswa dan pihak universitas, serta memastikan aspirasi mahasiswa tidak berhenti pada penyampaian, tetapi dapat dikawal hingga menghasilkan penyelesaian.
Reporting: Azizi & Siti Masitoh
Author: Okta
Editor: Redaksi
