![]() |
| Mahasiswa PJRK UPG, Falena Febriani berhasil meraih medali emas cabang olahraga pencak silat pada ajang Serang Silat Championship II. (Foto: ist). |
LPM LUGAS - Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Primagraha (UPG). Falena Febrianti, mahasiswa semester V Program Studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR), berhasil meraih medali emas cabang olahraga pencak silat pada ajang Serang Silat Championship II.
Kejuaraan tersebut diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Serang pada 17–18 Januari 2025 di Kota Serang. Falena mampu keluar sebagai juara meskipun harus menjalani persiapan yang terbilang singkat karena bertepatan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Semester (UAS) serta kondisi cuaca yang kurang mendukung.
Falena mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Ia menyebut dukungan dari berbagai pihak, mulai dari pelatih, rekan-rekan, hingga lingkungan kampus, menjadi faktor penting dalam keberhasilannya.
“Walaupun durasi latihan cukup singkat karena persiapan yang mendadak dan sedang UAS, hal itu tidak menjadi penghalang. Dengan niat, ikhtiar, dan kerja keras, saya yakin bisa mengikuti kejuaraan ini,” ujarnya.
Menurut Falena, tantangan terberat selama pertandingan adalah menghadapi lawan yang sudah sering ditemuinya, sehingga secara mental cukup berat. Namun demikian, hal tersebut tidak menyurutkan tekadnya untuk tampil maksimal dan terus berusaha memberikan yang terbaik.
Ia juga menilai peran pelatih sangat krusial dalam proses pencapaiannya. Pelatih terus memberikan motivasi dan pendampingan, bahkan saat kondisi latihan terasa berat.
Di sisi lain, Falena menilai kampus telah memberikan ruang bagi mahasiswa berprestasi di bidang olahraga, meskipun masih terdapat keterbatasan fasilitas penunjang, khususnya sarana olahraga.
Sebagai mahasiswa PJKR, Falena mengaku terbantu dengan dukungan dosen yang memberikan dispensasi serta dorongan agar mahasiswa mampu menyeimbangkan kegiatan akademik dan non-akademik.
Bagi Falena, kemenangan ini bukan sekadar soal medali, melainkan bagian dari proses pembelajaran dan pengembangan diri. Ia pun berpesan kepada mahasiswa lain agar tidak ragu mengembangkan potensi diri.
“Mahasiswa harus mau mengenali kemampuan dirinya, berani mencoba, dan jangan cepat merasa puas. Jadikan setiap proses sebagai dorongan untuk terus berkembang,” tutupnya.
Editor: Red***
