![]() |
| Aksi Unjuk Rasa di depan Gedung DPRD Banten (foto: LPM LUGAS) |
LPM LUGAS – Aksi mahasiswa yang tergabung dalam PC PMII Kota Serang di halaman DPRD Provinsi Banten, Kamis (30/04/2026), menyoroti persoalan kesenjangan pendidikan dalam momentum Hari Pendidikan Nasional dan Hari Buruh Internasional.
Aksi yang dimulai sejak pukul 13.00 WIB ini menuntut perbaikan sistem pendidikan yang dinilai belum relevan dengan kebutuhan masyarakat. Koordinator lapangan, Farel, menegaskan bahwa persoalan pendidikan di Banten masih jauh dari harapan.
“Pendidikan hari ini masih belum relevan, dan wakil rakyat belum mumpuni dalam memfasilitasi kebutuhan pendidikan, khususnya di Banten,” ujarnya.
Ia menjelaskan, aksi tersebut merupakan bentuk refleksi atas capaian pendidikan yang dinilai belum terealisasi sejak tahun-tahun sebelumnya. Selain itu, mahasiswa juga menyoroti sejumlah kebijakan yang dianggap belum berpihak pada sektor pendidikan dan pekerja.
Aksi ini diikuti oleh kader PMII dari berbagai komisariat dan rayon di Kota Serang, dengan titik kumpul sebelumnya dilakukan di UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten. Massa kemudian bergerak menuju DPRD Provinsi Banten setelah melakukan koordinasi teknis dan pemberitahuan kepada pihak kepolisian.
Menanggapi tuntutan mahasiswa, Wakil DPRD Banten, Yudi Budi Wibowo, menyatakan bahwa sebagian tuntutan berada di luar kewenangan pemerintah daerah.
“Ada beberapa tuntutan mahasiswa yang menjadi kewenangan pemerintah pusat. Kami akan menyampaikan aspirasi tersebut ke pemerintah pusat,” ujarnya.
Meski demikian, ia menyebut Pemerintah Provinsi Banten telah menjalankan sejumlah program di sektor pendidikan, termasuk program sekolah gratis.
“Saat ini ada 801 sekolah yang digratiskan dan melibatkan sekitar 65 ribu masyarakat. Program ini akan berlanjut pada 2026, termasuk untuk siswa baru, dan sedang diupayakan agar Madrasah Aliyah juga dapat masuk dalam program tersebut,” jelasnya.
Mahasiswa menegaskan aksi tidak akan berhenti jika tuntutan tidak ditindaklanjuti.
“Kalau tidak terealisasi, kami akan turun lagi,” tegas Farel.
Aksi berlangsung kondusif meski sempat terjadi gesekan kecil, dan diakhiri dengan penyampaian tuntutan secara langsung kepada pihak DPRD Provinsi Banten.
Editor: Red***
