Notification

×

Postingan Populer

Berita terbaru

Dari kampus ke Ruang Publik: Pers Mahasiswa Jadi Akal Sehat Demokrasi

Minggu, Februari 08, 2026 | Februari 08, 2026 WIB | 0 Views
Workshop Mahasiswa bertajuk Penyajian Produk Jurnalistik yang digelar di Kampus UNIBA Serang (Sumber: ist.)

LPM LUGAS — Pers mahasiswa bukan sekadar kegiatan ekstrakurikuler, melainkan fondasi utama masa depan ekosistem jurnalistik Indonesia. Hal itu mengemuka dalam Workshop Mahasiswa bertajuk Penyajian Produk Jurnalistik yang digelar di Kampus UNIBA, Kota Serang, Sabtu (7/2/2026).


Direktur Utama Antara, Beni Siga Butarbutar, menegaskan bahwa kualitas jurnalisme nasional sangat ditentukan oleh pembinaan pers kampus sejak dini.


“Kalau pers kampusnya lemah, masa depan jurnalistiknya juga lemah,” kata Beni.


Ia menilai kampus sebagai ruang awal pembentukan ekosistem jurnalistik yang sehat. Di lingkungan ini, mahasiswa dilatih kepekaan, rasa ingin tahu, tanggung jawab, serta kebijaksanaan dalam membaca realitas sebelum terjun ke dunia profesional.


Rektor UNIBA, Prof. Bambang, menekankan pentingnya sinergi teori dan praktik. Menurutnya, workshop ini menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan ilmu yang diperoleh di kelas melalui pengalaman langsung di lapangan.


Senada, Ketua Bidang Kerja Sama dan Kemitraan PWI Pusat, Dr. Ariawan, mengingatkan mahasiswa agar terus berkontribusi bagi bangsa. Ia menyebut mahasiswa sebagai pilar demokrasi yang memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas informasi publik.


Ariawan juga menyoroti pentingnya kemitraan strategis antara pers dan media sosial agar informasi yang beredar tetap utuh, berimbang, dan faktual.


Dukungan pemerintah turut menguatkan agenda tersebut. Kepala Diskominfo SP Provinsi Banten, Beny Ismail, menilai mahasiswa sebagai agen perubahan dengan energi besar dalam membentuk opini publik.


“Mahasiswa harus dibekali etika jurnalistik agar konten yang dihasilkan akurat, berimbang, dan mampu menekan penyebaran hoaks,” ujarnya.


Direktur CAJ PWI Pusat, Ahmed Kurnia, menambahkan bahwa pers kampus merupakan cikal bakal lahirnya jurnalis profesional. Di tengah arus informasi instan, pers mahasiswa dituntut tetap kritis dan konsisten menjaga metodologi jurnalistik demi merawat akal sehat publik.


Workshop ini disambut antusias mahasiswa. Sejumlah peserta, seperti Putri dan Anis, menilai materi verifikasi fakta sangat penting agar mahasiswa tidak terjebak menyebarkan informasi mentah di media sosial.


“Sangat berkesan dan banyak ilmu yang didapat,” kata Wulan, salah satu peserta.


Redaksi

Pers Mahasiswa

Pers Mahasiswa
Sarana Informasi Kampus Terpercaya
×
Berita Terbaru Update