![]() |
| kegiatan sambutan sosialisasi (foto: LPM LUGAS) |
LPM LUGAS – Sosialisasi pemilihan BEM dan DPM di Universitas Primagraha digelar Senin (23/2/26), sebagai langkah menghidupkan kembali demokrasi kampus yang telah vakum.
Ketua KPU-M, Alif, menyebut ketiadaan BEM dan DPM membuat dinamika organisasi mahasiswa stagnan.
“Demokrasi di miniatur universitas ini mati. Tidak ada pergerakan,” ujarnya.
Dalam wawancara terpisah, Alif menyatakan Surat Keputusan (SK) kepanitiaan telah terbit dan berlaku hingga akhir April 2026. Namun, SK dan struktur panitia belum dipublikasikan dan masih menunggu musyawarah internal.
Badan Pengawas Pemilu Mahasiswa (Bawaslu) juga belum terbentuk. Saat ini, pengawasan tahapan masih dilakukan oleh panitia sendiri sambil berkoordinasi dengan pihak kampus. Sementara itu, pengawasan tahapan yang berjalan masih dilakukan secara internal oleh panitia.
“Karena belum ada, ya kita yang mengawasi sendiri,” kata Alif.
Timeline dan kriteria calon dipublikasikan melalui media sosial KPU-M. Sementara RAB belum diumumkan karena menunggu kepastian dana kampus.
“RAB akan dipublikasikan setelah dana kampus turun agar sesuai kebutuhan,” Ujarnya.
KPU-M tidak menutup kemungkinan aklamasi apabila hanya terdapat satu calon, meski panitia berharap muncul lebih dari satu kandidat.
Penulis: Okta
Editor: Redaksi
