Notification

×

Postingan Populer

Berita terbaru

Mahasiswa UPG Dukung Transformasi UMKM Keripik "Akur Sedulur" Lewat Inovasi dan Legalitas

Minggu, Juli 27, 2025 | Juli 27, 2025 WIB | 0 Views
Mahasiswa KKM 36 bersama Abas, Pelaku Usaha AKUR SEDULUR (Foto: Dinda/LPM Lugas)


LPM LUGAS — Upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat terus dilakukan melalui kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Primagraha (UPG). Kelompok 36 Umbul Tengah, Berperan aktif dalam mendampingi UMKM Keripik 'Akur Sedulur' yang dikelola oleh Abah Abas di Majalawang, Taktakan. 


Kolaborasi ini difokuskan pada penguatan usaha keripik yang telah berkiprah selama 25 tahun tersebut untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usahanya di tengah ketatnya persaingan ekonomi pada 26 Juli 2025.


UMKM Legendaris di Tengah Tantangan Zaman


Keripik 'Akur Sedulur' telah menjadi ikon camilan khas Majalawang dengan produk utama berupa keripik pisang dan singkong. Dalam usianya yang telah menginjak 25 tahun, UMKM ini tidak hanya bertahan di tengah perubahan zaman dan ketatnya persaingan ekonomi, tetapi juga sukses mempertahankan kualitas produknya.  


Abas, pemilik sekaligus penggerak usaha, dikenal ramah serta terbuka terhadap kunjungan dan pendampingan dari berbagai pihak demi kemajuan usahanya.


Sentuhan Inovasi: Logo Baru, Sosial Media, dan Identitas Usaha


Sebagai bentuk kolaborasi nyata antara mahasiswa dan pelaku usaha lokal, KKM kelompok 36 Universitas Primagraha menginisiasi beberapa langkah transformasi UMKM, di antaranya:


  • Pembuatan logo baru yang mencerminkan identitas modern tanpa kehilangan nilai tradisional, sehingga memperkuat daya tarik dan citra produk di pasar.
  • Pembuatan dan aktivasi akun media sosial Instagram sebagai sarana pemasaran digital, sehingga produk Keripik "Akur Sedulur" dapat dikenal lebih luas di era digitalisasi yang kian berkembang.
  • Desain stiker kemasan yang lebih menarik untuk mendukung promosi serta membangun brand awareness di kalangan konsumen muda.
  • Pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) sebagai wujud legalisasi usaha, guna memberikan kepastian hukum, akses permodalan, serta peluang mengikuti berbagai program pemberdayaan UMKM yang disediakan pemerintah.
  • Pembuatan Banner agar memperkuat identitas brand dan menarik perhatian konsumen.


Kegiatan pendampingan ini mendapat sambutan hangat dari Abah Abas. Ia mengaku sangat berterima kasih atas perhatian dan pendampingan yang diberikan oleh mahasiswa. “Saya senang dan merasa terbantu sekali dengan adanya pendampingan seperti ini. Semoga usaha keripik kami bisa semakin dikenal dan bersaing di pasar yang semakin ramai,” ujarnya sumringah.


Ketua KKM kelompok 36, Gilang Fahriza menjelaskan bahwasannya kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan dalam strategi menghadapi pasar digital di era modern.


 “saya merasa pendampingan umkm ini sangat penting khususnya di kelurahan umbul tengah, karna untuk pelaku usaha UMKM disini belum sepenuhnya terdigitalisasi maka dari itu saya sepenuhnya sangat mengawal program pemberdayaan UMKM, terlebih pemilik usaha menyambut hangat kedatangan kami.” Jelasnya.



Melalui inovasi yang menyentuh aspek legalitas, identitas visual, serta pemasaran digital, diharapkan UMKM Keripik "Akur Sedulur" dapat semakin berkembang, kompetitif, dan menambah nilai ekonomi untuk masyarakat sekitar. 


Langkah ini menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kampus dan UMKM mampu memberikan solusi konkret dalam menghadapi tantangan era ekonomi digital.


Pemberdayaan UMKM seperti yang dilakukan oleh KKM Universitas Primagraha merupakan bagian penting dalam menguatkan perekonomian daerah, mendorong inovasi, serta membuka peluang kemitraan menuju UMKM yang mandiri dan berdaya saing tinggi di tingkat lokal maupun nasional.


Penulis : Dinda

Editor : Redaksi

Pers Mahasiswa

Pers Mahasiswa
Sarana Informasi Kampus Terpercaya
×
Berita Terbaru Update